Rabu, 23 Oktober 2013

Kisah Unik LI V

Kisah Unik LI Edisi ke V

Belum pernah terjadi adu Penalty di Grand Final LI.

Final LI 2005-2007 semuanya diselesaikan dalam perpanjangan waktu

LI musim depan tampaknya akan menjadi Liga Proffesional Utama dengan tim terbanyak di dunia

Pada Tahun 2006,2007 tidak ada degradasi tim DU

Kisah Unik LI IV

Kisah Unik LI Edisi ke 4

PSS 2 x Beruntun menjadi peringkat 4 LI (2003,2004)

Pemain Mastrans Bandung Raya pemainnya selalu mendapatkan penghargaan sebagai pemain terbaik ataupun topskor LI (1994-1995,1995-1996,1997)

Tim Jawa Timur yang pertama kali memenangkan LI adalah Persebaya 1997

Jawa Barat pernah bersinar sebagai juara saat 2 timnya Persib, dan Mastrans Bandung Raya menjuarai LI (1994-1995,1995-1996)

Satu-satunya tim Sumatera yang bisa menjuarai LI adalah Sriwijaya FC (2007, 2011-2012)

Tim yang paling jarang menghadapai derby satu pulau adalah Persipura dari LI I-LI LI XI

Final tim-tim kuda hitam terjadi di 2002 antara Persita vs Petrokimia.

Demikian dulu
Thx for Reading

Kisah Unik LI III

Kisah Unik LI Edisi Ke 3

Persijatim satu-satunya klub yang tidak pernah menang sekalipun dalam 1 musim pada tahun 1997.

Tim yang paling banyak terjun bebas setelah promosi dari LI adalah Persedikab Kediri (1997,2002).

Pelita Bandung Raya dahulu adalah tim yang paling sering berpindah Homebase di Indonesia.

Runner Up terbanyak LI adalah PSM yaitu sebanyak 4 kali (1995-1996,2001,2003,2004).

Kisah Unik LI II

Kisah Unik LI Edisi 2
Liga Proffesional dengan tim terbanyak di dunia adalah LI dari tahun 1994-2002, 2005-2007.
Coba Anda hitung sendiri berapa banyak tim yang bertanding di masing masing wilayah.

Tim Aceh sempat menjadi juru kunci di LI tepatnya tahun 2007 Persiraja peringkat 17, PSSB Bireun 18.

2 Tim Yogyakarta sama-sama menempati posisi juru kunci di 2006 akibat gempa bumi yaitu PSS dan PSIM.

Persib satu-satunya tim yang menjuarai LI tanpa pemain asing.

Untuk pertama kalinya Final LI diilakukan hingga perpanjangan waktu pada tahun 2002 laga antara Persita Vs Petrokimia yang dimenangkan Petrokimia.

Tim yang lepas landas (degradasi) setelah menjuarai LI yaitu PSIS (1993-2000), Petrokimia (2003).


Profil Persib

Profil Persib

Sebelum bernama Persib Bandung, di Kota Bandung berdiri Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB) pada sekitar tahun 1923. BIVB ini merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis pada masa itu. Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalah Mr. Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh putra pejuang wanita Dewi Sartika, yakni R. Atot.

Atot pulalah yang tercatat sebagai Komisaris Daerah Jawa Barat yang pertama. BIVB memanfaatkan lapangan Tegallega di depan tribun pacuan kuda. Tim BIVB ini beberapa kali mengadakan pertandingan di luar kota seperti Yogyakarta dan Jatinegara, Jakarta.

Pada tanggal 19 April 1930, BIVB bersama dengan VIJ Jakarta, SIVB (sekarang Persebaya), MIVB (PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), dan PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran PSSI dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. BIVB dalam pertemuan tersebut diwakili oleh Mr. Syamsuddin. Setahun kemudian kompetisi tahunan antar kota/perserikatan diselenggarakan. BIVB berhasil masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1933 meski kalah dari VIJ Jakarta.

BIVB kemudian menghilang dan muncul dua perkumpulan lain yang juga diwarnai nasionalisme Indonesia yakni Persatuan Sepak bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB). Pada tanggal 14 Maret 1933, kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan yang bernama Persib yang kemudian memilih Anwar St. Pamoentjak sebagai Ketua Umum. Klub-klub yang bergabung ke dalam Persib adalah SIAP, Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi.

Persib kembali masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1934, dan kembali kalah dari VIJ Jakarta. Dua tahun kemudian Persib kembali masuk final dan menderita kekalahan dari Persis Solo. Baru pada tahun 1937, Persib berhasil menjadi juara kompetisi setelah di final membalas kekalahan atas Persis.

Di Bandung pada masa itu juga sudah berdiri perkumpulan sepak bola yang dimotori oleh orang-orang Belanda yakni Voetbal Bond Bandung & Omstreken (VBBO). Perkumpulan ini kerap memandang rendah Persib. Seolah-olah Persib merupakan perkumpulan "kelas dua". VBBO sering mengejek Persib. Maklumlah pertandingan-pertandingan yang dilangsungkan oleh Persib ketika itu sering dilakukan di pinggiran Bandung, seperti Tegallega dan Ciroyom. Masyarakat pun ketika itu lebih suka menyaksikan pertandingan yang digelar VBBO. Lokasi pertandingan memang di dalam Kota Bandung dan tentu dianggap lebih bergengsi, yaitu dua lapangan di pusat kota, UNI dan SIDOLIG.

Persib memenangkan "perang dingin" dan menjadi perkumpulan sepak bola satu-satunya bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya. Klub-klub yang tadinya bernaung di bawah VBBO seperti UNI dan SIDOLIG pun bergabung dengan Persib. Bahkan VBBO (sempat berganti menjadi PSBS sebagai suatu strategi) kemudian menyerahkan pula lapangan yang biasa mereka pergunakan untuk bertanding yakni Lapangan UNI, Lapangan SIDOLIG (kini Stadion Persib), dan Lapangan SPARTA (kini Stadion Siliwangi). Situasi ini tentu saja mengukuhkan eksistensi Persib di Bandung.

Ketika Indonesia jatuh ke tangan Jepang, kegiatan persepak bolaan yang dinaungi organisasi dihentikan dan organisasinya dibredel. Hal ini tidak hanya terjadi di Bandung melainkan juga di seluruh tanah air. Dengan sendirinya Persib mengalami masa vakum. Apalagi Pemerintah Kolonial Jepang pun mendirikan perkumpulan baru yang menaungi kegiatan olahraga ketika itu yakni Rengo Tai Iku Kai.

Tapi sebagai organisasi bernapaskan perjuangan, Persib tidak takluk begitu saja pada keinginan Jepang. Memang nama Persib secara resmi berganti dengan nama yang berbahasa Jepang tadi. Tapi semangat juang, tujuan dan misi Persib sebagai sarana perjuangan tidak berubah sedikitpun.

Pada masa Revolusi Fisik, setelah Indonesia merdeka, Persib kembali menunjukkan eksistensinya. Situasi dan kondisi saat itu memaksa Persib untuk tidak hanya eksis di Bandung. Melainkan tersebar di berbagai kota, sehingga ada Persib di Tasikmalaya, Persib di Sumedang, dan Persib di Yogyakarta. Pada masa itu prajurit-prajurit Siliwangi hijrah ke ibukota perjuangan Yogyakarta.

Baru tahun 1948 Persib kembali berdiri di Bandung, kota kelahiran yang kemudian membesarkannya. Rongrongan Belanda kembali datang, VBBO diupayakan hidup lagi oleh Belanda (NICA) meski dengan nama yang berbahasa Indonesia Persib sebagai bagian dari kekuatan perjuangan nasional tentu saja dengan sekuat tenaga berusaha menggagalkan upaya tersebut. Pada masa pendudukan NICA tersebut, Persib didirikan kembali atas usaha antara lain, dokter Musa, Munadi, H. Alexa, Rd. Sugeng dengan Ketua Munadi.

Perjuangan Persib rupanya berhasil, sehingga di Bandung hanya ada satu perkumpulan sepak bola yakni Persib yang dilandasi semangat nasionalisme. Untuk kepentingan pengelolaan organisasi, dekade 1950-an ini pun mencatat kejadian penting. Pada periode 1953-1957 itulah Persib mengakhiri masa pindah-pindah sekretariat. Wali Kota Bandung saat itu R. Enoch, membangun Sekretariat Persib di Cilentah. Sebelum akhirnya atas upaya R. Soendoro, Persib berhasil memiliki sekretariat Persib yang sampai sekarang berada di Jalan Gurame.

Pada masa itu, reputasi Persib sebagai salah satu jawara kompetisi perserikatan mulai dibangun. Selama kompetisi perserikatan, Persib tercatat pernah menjadi juara sebanyak empat kali yaitu pada tahun 1961, 1986, 1990, dan pada kompetisi terakhir pada tahun 1994. Selain itu Persib berhasil menjadi tim peringkat kedua pada tahun 1950, 1959, 1966, 1983, dan 1985.

Keperkasaan tim Persib yang dikomandoi Robby Darwis pada kompetisi perserikatan terakhir terus berlanjut dengan keberhasilan mereka merengkuh juara Liga Indonesia pertama pada tahun 1995. Persib yang saat itu tidak diperkuat pemain asing berhasil menembus dominasi tim tim eks galatama yang merajai babak penyisihan dan menempatkan tujuh tim di babak delapan besar. Persib akhirnya tampil menjadi juara setelah mengalahkan Petrokimia Putra melalui gol yang diciptakan oleh Sutiono Lamso pada menit ke-76.

Sayangnya setelah juara, prestasi Persib cenderung menurun. Puncaknya terjadi saat mereka hampir saja terdegradasi ke Divisi I pada tahun 2003. Beruntung, melalui drama babak playoff, tim berkostum biru-biru ini berhasil bertahan di Divisi Utama.

Sebagai tim yang dikenal baik, Persib juga dikenal sebagai klub yang sering menjadi penyumbang pemain ke tim nasional baik yunior maupun senior. Sederet nama seperti Risnandar Soendoro, Nandar Iskandar, Adeng Hudaya, Heri Kiswanto, Ajat Sudrajat, Yusuf Bachtiar, Dadang Kurnia, Robby Darwis, Budiman, Nur'alim, Yaris Riyadi hingga generasi Erik Setiawan dan Eka Ramdani merupakan sebagian pemain timnas hasil binaan Persib.Sampai saat ini Persib Bandung adalah tim Indonesia yang bisa di bilang paling dibanggakan oleh Indonesia karena prestasi dan kemampuannya.
Sumber : Wikipedia


Rabu, 16 Oktober 2013

Kisah Unik LI

Kisah unik LI dari tahun ke tahun.

Ternyata LI mempunyai fakta fakta unik yang membuat kita bingung.
Saat SCTV menyiarkan LBM 2003, Terjadi hal yang kita tidak duga-duga Persik juara.
Selama 2005 Persija merupakan klub paling kocak. Tercatat 2 kali gagal(kandas) di partai final diajang bergengsi(Liga Djarum Indonesia 2005(kalah atas Persipura),Copa Dji Sam Soe(Kalah atas Arema lewat perpanjangan waktu)
LI 2006 Liga penuh kejutan! Persib berada di ambang degradasi tetapi tidak jadi karena adanya musibah gempa bumi di Jogjakarta.
Setelah itu Klub seperti Persekabpas,dan Persmin lolos ke semifinal LI tidak ada yang menduga-duga tim ini bakal lolos lebih jauh lagi.
Di partai Final untuk kedua kalinya Final LI dilaksanakan di luar Jakarta. Kali ini di Solo.Final mempertemukan Persik dan PSIS yang mana dimenangkan Persik.

Sekian dulu postingan saya. Mau cari lebih banyak informasi lagi.
Thx For reading!!!

ISL 2014

ISL 2014

Liga yang menarik untuk musim depan karena ada 22 tim yang akan bertanding di ISL. 18 tim ISL dan 4 tim dari IPL
Berikut tim yang sudah lolos ke ISL musim depan
-Arema Indonesia
-Barito Putrera
-Gresik United
-Persik Kediri
-Persebaya Surabaya
-Pelita Bandung Raya
-Persib
-Persita
-Sriwijaya FC
-Persela
-Perserui
-Persipura
-Persiram
-Persiba
-Persisam
-Mitra Kukar
-Persija
-Persepam

Tim IPL sisanya akan beradu di Play OFF IPL

ISL 2013

Klasemen ISL 2013 Full 

Ini adalah Hasil akhir klasemen ISL 2013
Dikutip dari  http://en.wikipedia.org/wiki/2013_Indonesia_Super_League

Pos Team Pld W D L GF GA GD Pts Qualification or relegation Head-to-head
1 Persipura Jayapura (C) 34 25 7 2 82 18 +64 82 2014 AFC Cup Group stage
2 Arema Indonesia 34 21 6 7 70 33 +37 661
3 Mitra Kukar 34 19 8 7 60 42 +18 65
4 Persib Bandung 34 18 9 7 72 43 +29 63
5 Sriwijaya 34 17 6 11 56 61 −5 57
6 Barito Putera 34 15 9 10 55 40 +15 54
7 Persisam Putra Samarinda 34 14 8 12 59 51 +8 50
8 Persiram Raja Ampat 34 11 12 11 41 37 +4 45
9 Gresik United 34 12 9 13 41 45 −4 45
10 Madura United 34 12 7 15 42 51 −9 43
11 Persija Jakarta 34 12 6 16 46 45 +1 42
12 Persela Lamongan 34 10 11 13 56 46 +10 41
13 Persiba Balikpapan 34 10 10 14 42 48 −6 40
14 Persita Tangerang 34 9 11 14 34 52 −18 38
15 Pelita Bandung Raya (O) 34 7 13 14 44 51 −7 34 Qualification to the ISL relegation play-off
16 Persidafon Dafonsoro (R) 34 8 6 20 39 61 −22 30 Relegation to Premier Division
17 Persiwa Wamena (R) 34 9 3 22 33 62 −29 30
18 PSPS Pekanbaru (R) 34 4 5 25 26 107 −81 17